Pemain Denmark Kritik BWF atas Ditundanya Piala Thomas Uber

Berita Bulutangkis – Walau penangguhan kejuaraan Piala Thomas Uber sudah melegakan banyak pebulutangkis serta official yang prihatin, beberapa di antaranya jelas jengkel dengan ketetapan Federasi Badminton Dunia (BWF).

Antara mereka ialah pemain nomor 3 dunia asal Denmark, Anders Antonsen serta rekan senegaranya, Mathias Boe, sesudah keduanya memakai sosial media untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka.

Anders Antonsen, yang disebut runner-up Kejuaraan Dunia tahun kemarin, berharap untuk bersaing dalam tiga turnamen beruntun termasuk juga Denmark Open serta Denmark Masters.

Tetapi, Denmark Masters, yang direncanakan pada 20-25 Oktober diurungkan sebab penarikan besar-besaran beberapa pemain teratas sesudah Piala Thomas serta Uber ditunda.

Logo BWF

Antonsen menulis di Instagram-nya: “Jadi Piala Thomas Uber sekali lagi dipending dan Denmark Open 2 (Denmark Masters) diurungkan… Jadi apa gagasannya di sini?

“Apa kita cuma sekedar duduk menanti vaksin tiba sebelum badminton bisa diawali lagi?

“Saya lihat tenis (AS Terbuka) sedang dimainkan di New York belakangan ini. @ bwf.official (BWF) waktunya untuk mengambil langkah!

“Buat penataan paling baik dan teraman yang Anda bisa dan lakukan kompetisi. Siapa saja yang hadir, hadir. Bila tidak, olahraga itu akan layu serta mati,” papar Anders Antonsen.

Mathias Boe menggaungkan sentimen Antonsen serta mengatakan supaya pimpinan paling tinggi BWF mundur.

“Hancur. Kasihan beberapa pemain dan @BadDK (Bulutangkis Denmark),” kata Boe, yang membantu Denmark mendapatkan gelar bersejarah Piala Thomas di Kunshan, China, pada 2016 kemarin.

“BWF ialah salah satu perkumpulan olahraga besar yang tidak dapat mengawali kompetisi. Olahraga lain dimulai beberapa waktu lalu. Kemungkinan kini saatnya sebagian orang penting BWF mundur dan memberikan atraksi pada seorang yang betul-betul bisa menjalankannya,” tambah Mathias Boe.

Tidak Cuma Orang Eropa yang Sedih

Bekas pelatih kepala India, Vimal Kumar menggambarkan penangguhan itu sebagai “kemerosotan besar” untuk olahraga itu serta mengakui jika beberapa negara Asia harus disalahkan atas “kericuhan” yang mereka akibatkan.

Serentetan penarikan Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, serta Australia membuat BWF tidak punyai pilihan kecuali mendorong kejuaraan dipending untuk ketiga kalinya sesudah awalnya menggagalkan pada Mei serta Agustus sebab pandemi Covid-19.

“Apa yang sudah dilakukan beberapa negara Asia, benar-benar menyedihkan. Tidak ada permasalahan besar di negara-negara ini. Mereka membuat acara lokal, jadi mundur dengan cara ini adalah kemunduran besar,” tuturnya.

“Kejuaraan serta dua leg World Tour di Denmark bagus untuk menghidupkan kembali lagi pertandingan. Peronnya berada di sana. Kami tidak sebesar China tapi India berdiri positif, kami ingin berperan serta tapi bila beberapa negara besar tidak bermain, apa yang bisa BWF lakukan? Bagaimana mereka akan membuat acara? Saya akan mempersalahkan beberapa negara Asia atas kericuhan ini,” jelas Kumar.