Dua Pemain Dunia Berbakat Yang Mengidolakan Lin Dan

Bulu Tangkis TerbaruKento Momota dari Jepang serta Viktor Axelsen dari Denmark, ialah dua pebulutangkis terhebat sekarang ini, disukai oleh beberapa bintang pemula.

Tapi sekian tahun lalu, saat ke-2 nya tumbuh dewasa, mereka mempunyai seorang yang mereka hargai serta mencari ide darinya.

Serta pujaan mereka ialah legenda China, Lin Serta, juara dunia 5 kali serta peraup medali emas Olimpiade 2x yang menggantung raket pada Juli tahun ini.

Kento Momota Ingin Mengikuti Jejak Lin Dan

Kento Momota

Pemain nomor 1 dunia, Kento Momota, dengan 2 titel juara dunia yang Dia capai, menjelaskan ia pengin mengikuti apa yang sudah diraih oleh Lin Serta, saat ia secara ringkas memenangi segala hal dalam 20 tahun kariernya yang tersohor.

Dipandang seperti yang terbaik selama hidup, Lin Dan mencicip keberhasilan di Asian Games serta Piala Sudirman. Dua gelar plus Olimpiade ini raib dari almari piala Momota.

“Waktu saya masih kecil saya ketahui jika saya pengin jadi mega-bintang seperti ia,” kata Momota dalam posting video belakangan ini di account Instagram-nya.

“Saya memilih untuk latihan lebih keras. Saya pengin jadi pemain yang dikagumi seperti ia serta saya tetap akan berusaha keras menjadi seperti ia,” bebernya.

Kento Momota bercerita tatap muka pertama kalinya dengan “Super Serta” di perempat final All England 2015. Pemain Jepang yang waktu itu sedang populer akui berasa terancam serta kalah 18-21 serta 19-21.

“Saat saya pertamanya kali menantangnya, ia benar-benar mengagumkan hingga saya benar-benar ketakutan. Saya merasai ketakjuban lebih dari sebatas kemauan untuk menang,” paparnya.

Tetapi Momota pada akhirnya berjumpa dengan pemain unggulan China, Lin Serta 4x kembali serta Jepang memenangi seluruh tanding mereka.

Victor Axelsen Juga Mengidolakan Lin Dan

Victor Axelsen, secara jelas kenang kembali laga pertama dari 9 kompetisinya menantang si legenda, Lin Serta, saat yang paling akhir ada di pucuk kariernya di tahun 2012.

Itu ialah perputaran pertama Malaysia Open serta pemain Denmark itu kalah mutlak 14-21 serta 13-21 cuman dalam tempo 31 menit.

“Saya benar-benar grogi saat sebelum laga,” kata Victor Axelsen dalam video yang di-publish di Instagramnya belakangan ini.

“Semenjak umur muda, saya telah memantaunya bermain serta saya mengharap di laga ini saya dapat bermain bagus.”

“Tetapi, kalah dalam laga itu makin berikan motivasi saya. Ia ialah pujaan saya serta mempunyai peluang untuk bermain menantangnya memberikan saya kemampuan yang saya perlukan untuk bekerja lebih keras. Ia ialah pemain yang paling cemerlang. Itu ialah peluang besar untuk saya, saya banyak belajar dari kekalahan itu,” Axelsen menambah.

Victor Axelsen cetak dua kemenangan besar hadapi Lin Serta, sekian tahun setelah itu.

Ia pertamanya kali menaklukkanya dalam persaingan perebutan medali perunggu di Olimpiade Rio pada 2016 saat sebelum gagalkan titel juara dunia ke enam pemain China itu di final Kejuaraan Dunia di Glasgow satu tahun setelah itu.