Benarkah Ada Konspirasi Negara-negara Asia di Thomas Uber 2020?

Berita Bulutangkis TerkiniAnton Subowo, Presiden Federasi Badminton Asia asal Indonesia, pada Rabu (23/9) menyanggah “teori konspirasi” jika ada persekongkolan dari beberapa negara kuat Asia yang sudah memaksa kejuaraan Piala Thomas Uber 2020 dipending.

Sesudah dua penangguhan awalnya, Piala Thomas serta Uber sebelumnya diperkirakan untuk dipentaskan di kota Aarhus, Denmark dari tanggal 3 sampai 11 Oktober.

Tetapi, lantaran menjalarnya pandemi Covid-19 tidak melamban seperti yang diinginkan, serta malah telah bertambah dalam beberapa waktu terakhir. Selanjutnya, sesudah team badminton papan atas yaitu Thailand, Korea Selatan serta Indonesia memberitahukan pemunduran diri mereka di akhir Agustus serta awal September, Federasi Badminton Dunia (BWF) memberitahukan dua pekan kemarin jika kejuaraan akan dipending sampai 2021.

Keadaan ini sudah mengakibatkan kekecewaan dari pihak Denmark. Beberapa media Denmark menyebutkan jika beberapa negara serta pemain Asia benar-benar “egois”.

Komite Pelaksana Denmark sudah berupaya keras untuk memperoleh kesepakatan pemerintah untuk melepaskan pembatasan masuk pemain yang berperan serta dan mengambil “gelembung pandemi aman dan aksi yang lain.

Tidak hanya penangguhan Piala Thomas serta Uber, dua event World Tour yang sebelumnya direncanakan diadakan di Denmark selama dua minggu ke depan “menyusut”, tersisa Denmark Open Super 750 pada 13-18 Oktober.

BWF menekankan para pemain untuk memberikan indikasi jika mereka yang tidak berperan serta di Tour Eropa, akan kehilangan haknya untuk berperan serta di World Tour Finals.

Anton Subowo menjelaskan serta menyikapi suara tidak suka yang disampaikan oleh media.

“Ialah hak tiap team serta pemain untuk berperan serta dalam (kejuaraan Piala Thomas serta Uber) itu sebab faktor keamanan serta pembatasan perjalanan di beberapa negara sesudah pandemi. Sesudah datang dari luar negeri, perlu diisolasi serta beberapa faktor seperti menyerahkan hak untuk berperan serta. Oleh karenanya tak perlu kebanyakan berspekulasi,” kata Anton Subowo.

Tentang pilihan “meneruskan pertandingan secepat-cepatnya” atau “keselamatan dulu, serta menyembuhkan diri sampai keadaan stabil”, Anton Subowo menjelaskan jika Federasi memilih pilihan yang paling akhir.

“Untuk Federasi, kami tempatkan keselamatan di atas untuk diawalinya kembali permainan, sebab badminton diselenggarakan di ruangan, ditambah lagi AC serta aspek yang lain, kesukaran serta kesulitan mengawali lagi pertandingan semakin besar dibanding kompetisi di luar ruang seperti sepakbola,” katanya.

Terpengaruh pandemi Covid-19, Federasi Badminton Asia harus terpaksa menunda Kejuaraan Asia (Wuhan, China) yang sebelumnya direncanakan jadi tempat point kualifikasi paling akhir Olimpiade Tokyo 2020 di bulan April, serta menggagalkan Kejuaraan Asia Junior di Suzhou, China di bulan Juli.

Dengan penangguhan Olimpiade Tokyo, Kejuaraan Asia dipending sampai akhir April tahun depannya, tapi Anton Subowo tidak mengutarakan kata-katanya, serta Federasi belum putuskan tempat baru untuk mengadakan kejuaraan berprestise itu.

Piala Thomas dan Uber