BAM Menunggu Persetujuan NSC Untuk Pertandingan Malaysia Open

Rangkuman Bulu Tangkis – Federasi Badminton Malaysia (BAM) mengharap untuk terima lampu hijau dari kewenangan berkaitan NSC untuk Malaysia Masters dan Malaysia Open di tahun depan.

Persetujuan Hanya Menunggu Dari NSC

BAM Malaysia

Tahun ini, cuman Malaysia Masters (World Tur Super 500) yang diwujudkan di bulan Januari, sedang Malaysia Open, yang sebelumnya direncanakan di bulan April, diundur susul penundaan kalender internasional sebab wabah Covid-19 di bulan Maret kemarin.

Sekretaris Jenderal BAM, Datuk Kenny Goh menjelaskan proposal untuk mengadakan dua acara di lingkungan gelembung yang aman sudah disodorkan ke Dewan Olahraga Nasional (NSC).

“Itu telah dikatakan bersama-sama dengan daftar proses operasi standard (SOP) kami untuk acara itu. Dewan akan mengkomunikasikan ini ke kewenangan berkaitan saat sebelum kembali lagi ke kami,” kata Kenny.

“Kami tidak paham berapakah lama prosesnya sebab ini seluruh benar-benar baru untuk kami,” lebih Kenny.

Tubuh nasional merencanakan jadi tuan-rumah acara di antara Maret dan April tahun depannya, yang terhitung dalam masa kwalifikasi Olimpiade.

Saat itu, Kenny menjelaskan, BAM sedang menanti respon dari NSC mengenai posisi pemain yang pengin berkunjung ke Bangkok pada Januari untuk BWF Tur Asia.

Thailand Menjadi Tuan Rumah Dua Turnamen Badminton

Dalam seri pertama kompetisi yang akan dimainkan di lingkungan gelembung aman, Thailand bisa menjadi tuan-rumah dua acara Super 1000 (Yonex Thailand Open dan Toyota Thailand Open) dan World Tur Finals akhir musim 2020 dari 12-31 Januari.

“Dewan akan berbicara dengan tubuh-badan yang dibutuhkan saat sebelum memberi tahu kami mengenai cara seterusnya,” lanjut Kenny.

Beberapa pemain elit Malaysia belum bertanding di kompetisi internasional semenjak All England pada Maret kemarin.